Pro dan Kontra Belajar Online

Bersumber : google.com
Bersumber: google.com

Pembelajaran online (juga dikenal dengan pembelajaran elektronik, atau e-Learning) merupakan hasil dari suatu pembelajaran yang disampaikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Bahannya biasa sering diakses melalui sebuah jaringan. Sumbernya bisa berasal dari website, internet, intranet, CD-ROM, dan DVD. Selain memberikan instruksi, e-learning juga dapat memonitor kinerja peserta didik dan melaporkan kemajuan peserta didik. E-learning tidak hanya mengakses informasi (misalnya, halaman web), tetapi juga  membimbing peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang spesifik (misalnya, tujuan).

Namun, penerapan e-learning di sekolah tersebut bukan tanpa hambatan koneksi internet menjadi penyebab utama kurang maksimalnya penerapan e-learning di sekolah-sekolah. Karena kurang maksimal, sikap pro dan kontra terhadap e-learning pun bermunculan. Kurang stabilnya koneksi internet merupakan salah satu dari beberapa penjelasan di balik sikap serta pendapat kontra sebagian orang terhadap penerapan e-learning. Lalu, apa saja pendapat pro dan kontra lainnya?

Pro dari penggunaan e-learning menurut salah satu sumber yaitu:dari penggunaan e-learning menurut salah satu sumber yaitu:

  1. Merupakan media komunikasi yang efektif, cepat dan kredibel untuk menyampaikan materi elearning dari seorang pakarnya
  2. Mencakup area yang luas
  3. Peserta memperoleh visualisasi lengkap pembicarannya.
  4. Kelas Besar atau kecil : Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
  5. Kapan saja, dimana saja : Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global. Elearning menghilangkan batasan waktu dan tempat dengan karakteristik kelas tradisonal dengan menggunakan mode komunikasi asynchronous seperti email, diskusi online, mahasiswa dapat mengakses 24 jam setiap hari.
  6. Membangun Komunitas : Pembelajaran adalah proses sosial. Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain seperti dengan instruktur. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time maupun non-real time.
  7. Peningkatan Pembelajaran siswa : Melalui Internet organisasi akan dapat lebih fokus pada penyelenggaraan program pendidikan/pelatihan. Mengakomodasi keseluruhan proses belajar dan juga transaksi. Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis.

Baca juga: Virus Corona (Gejala, Penyebab, Pencegahan, Virus Corona)

Adapun kekurangan dari sistem pembelajaran E-Learning adalah sebagai berikut:

  1. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
  2. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
  3. Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
  4. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya penguasaan komputer.
  7. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.

Kunjungi juga : BDP Wikrama Bogor

Namun, koneksi internet yang belum stabil adalah tantangan yang bisa diatasi dengan solusi yang tepat, misalnya kerjasama dengan penyedia koneksi, baik telco provider maupun pemerintah. Ke depannya, akses terhadap koneksi internet cepat akan semakin terjangkau oleh berbagai kalangan termasuk sekolah-sekolah. Perkembangan teknologi juga memberikan inovasi sehingga e-learning kini dapat dilakukan melalui teknologi mobile.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 20 =